Showing posts with label events. Show all posts
Showing posts with label events. Show all posts
Monday, June 25, 2012
Friday, June 22, 2012
Pameran 'SKATE BENGAL'
Pameran lukisan
SKATE BENGAL
29 juni 2012 (19:00 WIB - selesai)
Di piknikproject exhibition room Cirebon
Artist :
Rendy Aditya a.k.a Radit
Rizqy Ramadhan a.k.a Vyo
Supported by:
Piknikproject, happen magazine, endonesie skateshop, Shrimp city squad, woops.co, Cirebon skateboarders family, KMFS, father monster store, bandit tattoo, dirty street syndicate, savitrie catering, aboutcirebon.
SKATE BENGAL
29 juni 2012 (19:00 WIB - selesai)
Di piknikproject exhibition room Cirebon
Artist :
Rendy Aditya a.k.a Radit
Rizqy Ramadhan a.k.a Vyo
Supported by:
Piknikproject, happen magazine, endonesie skateshop, Shrimp city squad, woops.co, Cirebon skateboarders family, KMFS, father monster store, bandit tattoo, dirty street syndicate, savitrie catering, aboutcirebon.
Tuesday, May 29, 2012
Peace Season
Peace Season pertunjukan musik Kelley Donahue tangl 30 mei 2012 jam19.30 wib tempat di Pendopo kec. Jatiwangi. bagi yang dekat atau yang merasa dekat datang yah
jatiwangi art factory
Wednesday, April 11, 2012
Tuesday, April 3, 2012
Pameran Bela Bangsa
Indonesia
dalam pameran ini adalah sebuah kumpulan cerita. Cerita-cerita yang
sepertinya pernah atau bahkan berkali-kali kita dengar dan bicarakan
hingga cerita-cerita yang sama sekali belum pernah kita dengar, entah
di kamar tidur atau di warung kopi. Cerita-cerita tersebut dihadirkan
oleh ke-15 anak muda peserta pameran seni rupa bertajuk 'Bela Bangsa'
ini lewat bermacam rupa media: drawing, fotografi, digital painting,
batik, kolase, sablon, instalasi, dan mixed media. Cerita-cerita
mereka bernilai personal, datang dari perasaan, pengalaman dan
pengamatan mereka sebagai anak muda Indonesia yang hidup di
Indonesia.
'Bela
Bangsa' sendiri adalah sebuah proyek yang kami inisiasi sejak paruh
akhir 2011, di mana pameran seni rupa ini menjadi salah satu
programnya. Program lain dari proyek ini adalah album 'Bela Bangsa'
yang kami rilis November lalu, dan pertunjukan musikal yang
rencananya akan kami produksi tahun ini juga. Pameran seni rupa
sendiri merupakan bentuk perluasan disiplin seni dalam proyek Bela
Bangsa' yang meletakkan fondasi awalnya pada musik (baca: album 'Bela
Bangsa'). Pada album 'Bela Bangsa' kami melakukan hal yang sama,
mengolah cerita-cerita personal dari lokal kami menjadi karya musik.
Lalu kami memperluasnya ke wilayah seni yang lain, dengan membuka
kesempatan bagi orang-orang untuk ikut mengolah ceritanya menjadi
karya seni rupa.
Pameran
Bela Bangsa sendiri merupakan pameran seni rupa kolektif yang
melibatkan berbagai macam golongan anak muda: pelajar, mahasiswa,
perupa, musisi, pengusaha clothing, pemilik toko alternatif, penjaga
warnet dsb. Satu hal yang mirip dari anak-anak muda ini, selain minat
mereka pada seni rupa, adalah musik, mereka mendengarkan
Belkastrelka, intens ataupun tidak. Diharapkan, pameran ini dapat
menyediakan ruang presentasi dan sirkulasi gagasan dalam pembicaraan
tentang Indonesia lewat sesuatu yang lebih personal, konkrit dan
tidak lewat gagasan-gagasan besar yang semu.
Seluruh
karya visual, tulisan dan informasi kegiatan dalam proyek ini akan dimuat di
www.belabangsa.tumblr.com
Peserta
Pameran
- Adi Rassatya Buwono
- Al Ghorie
- Andreas Nova
- Anggito Rahman
- Debby Utomo
- Dito Yuwono
- Faisal R Yeroushalaim
- Galang Rais
- Havitz Maulana
- Komang Adhyatma
- Mira Asriningtyas
- Perisman Nazara
- Rizkyana Saraswati
- Sandi Kalifadani
- Tampan Destawan
Saturday, December 31, 2011
Jadwal Program Jaf TV
JAF TV, PAREUMAN BAE !
Siang mulai bersenyawa bersama karbondioksida sisa pembakaran Mesin Bormil Pabrik Genteng dibelakang kantor Jaf yang menusuk hidung dan bikin dehidrasi juga noisetheraphy sekian desibel. Rutinitas di kantor Jatiwangi art factory, pagi, siang sore, juga tentatif kapan saja sesuka hati. Sambil mempersiapkan buat penutupan Village Video Festival 2011, Tipi Program. Tapi Alhamdulillah, Mesin Bormil berhenti, mungkin mau goyang dulu. Tadi malam jam setengah sepuluh abis nonton bareng Kick Andy di Metro TV yang mengundang “The Good Manners”, kelompok musik tanah dari departemen musik keramik Jatiwangi art factory. Ada Tedi, Iyang dan Aaf yang tampil dalam program tersebut, shootingnya dari minggu kemaren tapi baru ditayangkan minggu ini. Tapi sayang obrolan si Andy sama si Tedi dan si Iyang itu banyak yang di-Cut, mungkin karena mereka melakukan Kick Balik terhadap pertanyaan-pertanyaan Kick-nya si Andy tersebut, atau kata Pak Wawan Husin sih mungkin karena durasi yang terlalu panjang, cring. Penonton kecewa (khususnya yang nonton semalam di Jaf Gallery pake infokus Gerobak Bioskop). Tapi jangan khawatir teuman-teuman, kita punya stasiun tipi baru di Desa Jatisura, namanya Jaf TV. Bergembiralah...
Stasiun TV yang dipersiapkan spesial melalui Village Video Festival 2011, buat Warga Desa Jatisura khususnya, oleh para seniman muda dan para “Jagoan” Video dari Indonesia dan Singapore, yang selama dua minggu ini mereka tinggal di lima Dusun di Desa Jatisura ini dan bekerja bersama para remaja, ibu-ibu, bapa-bapa, aparatur desa, dan kawan-kawan, memetakan masalah-masalah yang ada di lima dusun tersebut lewat medium Video.
Ada Oomleo dari Ruangrupa; organisasi nirlaba yang bergiat mendorong kemajuan gagasan seni rupa dalam konteks urban dan lingkup luas kebudayaan, khususnya video. Oomleo bikin Program “Kembang Desa Jatisura”, semacam kontes pemilihan putri kecantikan dari 5 Dusun di Desa Jatisura, Ada Eka dari Dusun Manis, Neti dari Dusun Pahing, Iros dari Dusun Pon, Widya dari Dusun Kliwon dan Rina dari Dusun Wates. Nanti mereka akan dipilih oleh warga Desa Jatisura melalui sistem polling yang disiarkan di Jaf TV berulang-ulang. Sekarang ini banyak orang yang pengen “Masuk Tipi”, khususnya generasi muda, susah payah ikut kontes-kontes pencarian bakat, dll., tapi di Jaf TV semua orang bisa masuk tipi dengan mudah. Masyarakat Jatisura sudah memasuki sebuah era Video, dimana pemanfaatan teknologi audio visual yang sudah sedemikian terbuka, jadi tida ada lagi kecanggungan dan sekedar menjadi penonton, tapi juga mulai terpacu untuk ikut berpartisipasi di dunia teknologi audio visual menurut Oomleo.
Kemudian ada Prilla Tania, seniman video dari bandung, yang tergabung dalam kolektif Videobabes, Pilla adalah nama akrabnya. Sejak tahun 2007 Pilla tertarik dengan persoalan lingkungan hidup, bagamana manusia hidup dengan lingkungan sekitarnya. Pilla tinggal dirumah Paul.is di Dusun Pon dan bikin produksi iklan layanan masyarakat tentang sampah, pengelolaan, pemisahan, bank sampah, dll. “Saya sangat berharap tayangan-tayangan yang kami buat dapat terus mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan sehingga Jatisura bisa menjadi desa yang lebih nyaman. Mudah-mudahan warga akan terus ingat untuk membuang sampah pada tempatnya.” Kata Pilla.
Ada Forum Lenteng, Forum Lenteng adalah organisasi nirlaba dari Jakarta yang bekerja dengan merangkum serta mendata aspek-aspek sosial dan budaya yang mencakup kesejarahan dan kekinian di dalam kerangka kajian yang sejalan dengan perkembangan jaman dengan mengadakan pendekatan solusif bagi keberagaman permasalahan sosial dan budaya di Indonesia serta dunia internasional. Mahardika Yudha dan Mohammad Fauzi dari Forum Lenteng bikin program yang berjudul “Warung Kopi” yang merupakan program diskusi atau ngariung di sebuah warung kopi yang merespon kehadiran berita-berita politik melalui media video. Program ini menjadi salah satu cara bagi publik untuk menyalurkan pendapatnya tentang informasi-informasi yang tersebar di wilayahnya melalui berbagai macam saluran atau kanal-kanal distribusi video. Warung kopi sendiri telah menjadi icon bagi berbagai kalangan sebagai ruang untuk membicarakan isu-isu politik. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di belahan dunia yang lain. Warung kopi menjadi tempat bagi publik untuk bertatap muka, bersentuhan, dan berbicara dengan intim melalui pengalaman-pengalaman pribadinya. Episode kali ini membicarakan tentang Obama.
Lalu ada Serrum dari Jakarta. Serrum berasal dari kata Share dan Room yang berarti ruang berbagi. Serrum dibentuk atas dasar kebutuhan berbagi ruang kreatif di dunia seni rupa, anggota serrum kebanyakan adalah sarjana pendidikan senirupa yang bikin metode pembelajaran kreatif lewat medium video. Serrum bikin Program “How To”, video tentang bagaimana caranya membuat sesuatu. Metode ini yang dipakai serrum dalam proses mengajar sehingga lebih memudahkan guru untuk menjelaskan, dan murid juga lebih cepat menangkap apa yang hendak disampaikan oleh guru karena mereka melihat tayangan audio visual yang lebih cepat dicerna ketimbang penjelasan dari guru yang imajinatif. Serrum bikin program How To bikin kerupuk lele, bikin batik ikat celup, bikin terompet tahun baru dari daun kelapa, bikin segel genteng, dan bikin WC sederhana. Yang paling menarik adalah yang Ho To bikin WC sederhana, karena di Jatisura ternyata masih ada Fenomena “Dolbon” atau modol di kebon (buang air besar di kebun). Pada beberapa kasus diare salah satunya diakibatkan oleh kegiatan dolbon tersebut. Oleh karena itu, pak ala selaku kepala umum jatisura mempunyai ide bagaimana membuat wc yang murah, dan efisien bagi warga. Ide pak ala disambut oleh pak aceng dan pak rw, yang kemudian serrum diberi kesempatan untuk meliput kegiatan mereka di dalam membuat wc sederhana di blok kliwon. Kegiatan pembuatan wc tersebut berhasil dengan pengeluaran dana yang minim,yaitu 250.000 rupiah, dan banyak warga yang akhirnya ingin juga membuat sebuah wc yang memang murah,efisien, dan sehat, agar para warga tidak lagi melakukan kegiatan dolbon itu lagi. SAY NO TO DOLBON !
Dan ada Kampung Halaman; organisasi non profit yang mendorong penguatan peran remaja dalam komunitas melalui program pendidikan popular berbasis komunitas. Kampung halaman mengajak remaja-remaja dari dusun manis melakukan riset tentang lingkungan dan memahami strategi membuat media kampanye yang efektif. Para remaja yang berjumlah sekitar 20 orang, dibuat menjadi dua kelompok kemudian tiap kelompok membuat 2 video tentang Dusun Manis, yaitu “Cita-cita ku, Sekolah atau Bekerja” Berkisah tentang Ucu ikut membantu teman sebaya-nya yang bekerja di Jebor. Ucu binggung kenapa Maman tidak bersekolah saja. Padahal bekerja sebagai buruh jebor itu sangat melelahkan. Ucu menyarankan untuk melanjutkan sekolah jika sudah ada biaya. Di Dusun Manis ada 27% anak Remaja berusia 13-18 tahun yang tidak melanjutkan sekolah dikarenakan faktor ekonomi dan malas. Yang kedua “Kukulibekan Ala Si Manis” ceritanya tentang banyak hal yang ida temukan di dusun Manis. Sejaran blok Manis, ada pembuat Pandai Besi yang masih menggunakan cara tradisonal, ada juga tentang nenek tua yang masih gigih berjualan dan makanan khas dan populer di Jatisura. Dua Video ini mencerminkan Remaja bagian dari masyarakat dan mencerminkan Desa Manis itu sendiri. Memberitahukan masyrakat hal-hal kecil yang banyak masyarakat belum ketahui. Lewat medium Video ini Remaja menjadi melek media dan bisa memanfaatkan media disekitar mereka seperti Televisi untuk menyampaikan informasi.
Terakhir ada Ghazi Alqudcy danEzzam Rahman yang telah berkolaborasi membuat video sejak tahun 2005. Karya mereka mengangkat tentang isu-isu sosial di Singapura. Kepuasan mereka dalam membuat karya datang dari reaksi berbagai lapisan masyarakat sekitar. Pada Village Video Festival tahun ini, mereka berharap bisa membagikan ide-ide gila mereka untuk ditertawakan bersama penonton, sekaligus menjadi refleksi bagi diri mereka sendiri maupunorang lain. Pada hari pertama Ghazi danEzzam mengenal warga, merekatertarik pada foto keluarga yang terpampang hampir ditiap rumah. Selain menjadi sebuah dokumentasi, ternyata foto keluarga seperti menjadi sebuah simbol bagaimana berharganya sebuah kehangatan keluarga bagi para warga dusun wates. Karena Foto adalah inspirasi utama mereka, maka Ghazi danEzzam memutuskan untuk membuat sebuah workshop yang mengajarkan warga bagaimana caranya melukis foto keluarga. Lukisan ini nantinya akan dipasang menjadi bendera di dusun wates. Setelah itu mereka mencoba merangkum beberapa keluarga yang menarik di desa ini untuk "dipotret" (melalui video) menjadi sebuah dokumentasi yang merefleksikan waktu dan bagaimana berharganya keluarga mereka. Ghazi percaya bahwa seratus tahun kemudian dokumentasi sekecil apapun akan menjadia arsip yang sangat berharga bagi sebuah negara.
Selamat Menonton,
Pareuman Bae !
Pareuman Bae !
Jadwal Program Jaf TV
Program Termin 1 (14.00 - 18.00)
Workshop KPID
Jalan-jalan Dusun Pon
Jalan-jalan Dusun Pahing
Jalan-jalan Dusun Manis
Workshop Jurnalistik TV
Jalan-jalan Dusun Kliwon
Jalan-jalan Dusun Wates
Wawar Pembukaan (Tipi Paporit)
Persiapan Opening
Opening Foto
Pembukaan VVF (Pendek)
Pembukaan VVF (Panjang)
Kurator Ngobrol
VVF 20 Desember (Serrum – Forum Lenteng)
VVF 20 Desember (Prilla Tania)
VVF 20 Desember (Kampung Halaman)
Workshop Oomleo
VVF 21 Desember (Prilla Tania)
Workshop Krisna Murti
VVF 22 Desember
Workshop Pengolahan Sampah Plastik
VVF 23- 24 Desember (Serrum)
Workshop Prilla Tania - 23 Desember
VVF 24 Des - Forum Lenteng
VVF 25 Des - Workshop Ghazi Ezzam
VVF 25 Des - Serrum Produksi
Jaf TV Dokumen
Jalan-jalan Dusun Pon
Jalan-jalan Dusun Pahing
Jalan-jalan Dusun Manis
Workshop Jurnalistik TV
Jalan-jalan Dusun Kliwon
Jalan-jalan Dusun Wates
Wawar Pembukaan (Tipi Paporit)
Persiapan Opening
Opening Foto
Pembukaan VVF (Pendek)
Pembukaan VVF (Panjang)
Kurator Ngobrol
VVF 20 Desember (Serrum – Forum Lenteng)
VVF 20 Desember (Prilla Tania)
VVF 20 Desember (Kampung Halaman)
Workshop Oomleo
VVF 21 Desember (Prilla Tania)
Workshop Krisna Murti
VVF 22 Desember
Workshop Pengolahan Sampah Plastik
VVF 23- 24 Desember (Serrum)
Workshop Prilla Tania - 23 Desember
VVF 24 Des - Forum Lenteng
VVF 25 Des - Workshop Ghazi Ezzam
VVF 25 Des - Serrum Produksi
Jaf TV Dokumen
Video / Film
“Hari dimana kau mengajariku sesuatu” Ghazi Alqudcy & Ezzam Rahman
“Cita-citaku…” Kampung Halaman
Film Dusun Manis
“Kampanye Bank Sampah” Prilla Tania
“Sanggar Cerita” Prilla Tania
“Kembang Desa” Oomleo
Forum Lenteng
“Hari dimana kau mengajariku sesuatu” Ghazi Alqudcy & Ezzam Rahman
“Cita-citaku…” Kampung Halaman
Film Dusun Manis
“Kampanye Bank Sampah” Prilla Tania
“Sanggar Cerita” Prilla Tania
“Kembang Desa” Oomleo
Forum Lenteng
Iklan
“Keresek” Prilla Tania
“Buang Sampah”
“Pemisahan Sampah”
ILM Jatisura
ILM Burujul 1
ILM Burujul 2
ILM Loji Leweungede
ILM Sutawangi
“Keresek” Prilla Tania
“Buang Sampah”
“Pemisahan Sampah”
ILM Jatisura
ILM Burujul 1
ILM Burujul 2
ILM Loji Leweungede
ILM Sutawangi
Masak
“Dapur Jatisura” Serrum
“Sangu Asak Surak” Prilla Tania
“Dapur Jatisura” Serrum
“Sangu Asak Surak” Prilla Tania
How To
Tie Dye
Terompet
Segel Genteng
WC Murah & Sederhana
Program Termin 2 (18.00-19.00)
Tie Dye
Terompet
Segel Genteng
WC Murah & Sederhana
Program Termin 2 (18.00-19.00)
Waktu Sholat Maghrib (Pareuman Tipi)
Iklan Program
Video Music “Oomleo - Nyamuk”
Video Music “Oomleo - Jatiwangi”
Program Termin 3 (19.00-21.00)
Iklan Program
Video Music “Oomleo - Nyamuk”
Video Music “Oomleo - Jatiwangi”
Program Termin 3 (19.00-21.00)
Waktu Sholat Isya (Pareuman Tipi)
Bumper VVF
Bumper Pembukaan Foto
Iklan Jadwal Program
Kurator Bicara
ILM Jatisura Angkat Kursi
Workshop Kampung Halaman
Iklan Buang Sampah
Sangu Asak Surak
Dapur Jatisura
Iklan Keresek
Lagu Bentang Anak
Workshop Portrait Ghazi Ezzam
Sanggar Cerita
Lagu Tv Anak2
How To Membuat Terompet
How To Tie Dye
Photo Story Sunday Morning
Lagu Tanah Liat Anak-anak
Iklan Keresek
Bumper VVF
Bumper Jadwal
Film Ghazi Ezzam
Film Manis
Cerita Dari Jatiwangi (Forum Lenteng)
Lagu Jatiwangi Oomleo
Video Manis
Profil Pak Dalang
Bumper
Iklan Keresek
Kampanye Bank Sampah
How To Daur Ulang Sampah Plastik
Iklan Keresek Bapak-bapak
Iklan Pemisahan Sampah
Talkshow Politik
How To MCK
Iklan Buang Sampah
How To Segel Genteng
Iklan Buang Sampah Mang Adeng
Bumper VVF Olegun
Bumper Jaf TV
Ucapan Terimakasih Seniman
Ucapan Selamat Tahun Baru
Pidato Penutupan
Pesta Tanah People Clay
Bumper VVF
Bumper Pembukaan Foto
Iklan Jadwal Program
Kurator Bicara
ILM Jatisura Angkat Kursi
Workshop Kampung Halaman
Iklan Buang Sampah
Sangu Asak Surak
Dapur Jatisura
Iklan Keresek
Lagu Bentang Anak
Workshop Portrait Ghazi Ezzam
Sanggar Cerita
Lagu Tv Anak2
How To Membuat Terompet
How To Tie Dye
Photo Story Sunday Morning
Lagu Tanah Liat Anak-anak
Iklan Keresek
Bumper VVF
Bumper Jadwal
Film Ghazi Ezzam
Film Manis
Cerita Dari Jatiwangi (Forum Lenteng)
Lagu Jatiwangi Oomleo
Video Manis
Profil Pak Dalang
Bumper
Iklan Keresek
Kampanye Bank Sampah
How To Daur Ulang Sampah Plastik
Iklan Keresek Bapak-bapak
Iklan Pemisahan Sampah
Talkshow Politik
How To MCK
Iklan Buang Sampah
How To Segel Genteng
Iklan Buang Sampah Mang Adeng
Bumper VVF Olegun
Bumper Jaf TV
Ucapan Terimakasih Seniman
Ucapan Selamat Tahun Baru
Pidato Penutupan
Pesta Tanah People Clay
Sunday, December 18, 2011
Pembukaan Village Video Festival 2011
Pembukaan Village Video Festival di Jebor (Pabrik Genteng) samping Jatiwangi art factory yang disulap menjadi Gedung Bioskop pura-pura Twenty Seven. Menampilkan sejumlah tayangan TV yang berebutan memikat hati para pemirsanya dalam Screen dengan layer yang betumpuk di dinding, atap dan rak Jebor, dengan suara desibel yang bersahutan sehingga menimbulkan noise yang berlebihan. Tapi ada TV kardus yang bermerk; Panasnich, Tosibak, Tony, Phipis, Samsul, Sibanyo, dkk ikut juga meramaikan dengan siaran TV alternatifnya.
Dihadiri oleh para partisipan; Oomleo - Ruangrupa, Prilla Tania, Muhamad Fauzi - Forum lenteng, Nur Wucha Wulandari & Rina Amalia Budiati - Kampung Halaman, M Sigit Budi & Sigit Wijaya - Serrum, juga ada Eko Harsoselanto Kampung halaman, Atieq SS Listyoati, Camat Jatiwangi, Kapolsek Jatiwangi, Polres Majalengka, Kuwu dan Kadus Desa Jatisura, Warga Jatiwangi, Dika Nurhasanah, Buana Foundation, Bang Mail, Media Centre Desa Loji, Desa Leueunggede, Desa Burujul Wetan, gerombolan Sundayscreen, Jatiwangi art factory dan para pemirsa lainnya yang ikut hadir dengan gembira.
Tuesday, December 13, 2011
Village Video Festival 2011
Siaran Pers
Village Video Festival 2011
The 3rd International Video
Residency Festival
18-31th December 2011
>>Pendahuluan
Vilage Video Festival diselenggarakan oleh Jatiwangi
art Factory (jatiwangi) dan Sunday Screen Bandung. Sebuah festival video
international yang mengundang seniman video, filmaker, atau bidang profesi
lain-yang menggunakan medium audio visual dalam pendekatannya-- untuk tinggal selama
2 minggu dan bekerjasama dengan warga desa. Melakukan pemetaan potensi,
masalah, riset kewilayahan dan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang dapat
dilakukan bersama, untuk kemudian mempresentasikannya dalam bentuk video.
Pertama
kali diselenggarakan pada tahun 2009 oleh Sunday Screen bekerjasama
dengan Jatiwangi art Factory di Desa
Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka dengan nama Village
Film Festival. Sunday Screen
melakukan residensi selama 2 minggu di lima dusun di Desa Jatisura, yakni: Dusun Pon, Dusun Pahing, Dusun Manis,
Dusun Kliwon, dan Dusun Wates, bekerja bersama warga membuat sebuah film. Pada tahun 2010 Village Film
Festival melibatkan 4 participant dari 4 Negara, yakni: Brazil, Taiwan,
Inggris, dan Jepang mereka kemudian disebar ke 4 Desa dan tinggal dirumah
penduduk selama 2 minggu untuk kemudian berinteraksi dan berkolaborasi dengan
warga desa, memetakan masalah dan mengeksekusinya dengan membuat sebuah film.
Tahun ini Village Film Festival coba bertransformasi
menjadi Village Video Festival, karena video dirasa lebih representatif dan
leluasa dalam menjelaskan sesuatu ketimbang film, cakupannya bisa video iklan
layanan masyarakat, video profile desa, film, animasi, dokumenter, video art,
dll. Bekerjasama dengan ruangrupa, Village
Video Festival 2011 melibatkan 6 partisipan yang hampir semuanya mewakili
komunitas seni yang bekerja lewat medium
video.
>>Format
dan Konsep
Village Video festival kali ini akan melibatkan lima dusun di Desa Jatisura, Jatiwangi. Dusun tersebut adalah : Manis, Pon, Pahing, Kliwon, dan Wates. Pada
tahun ini, VVF memilih “TV PROGRAM” sebagai tema besarnya. Tema ini diangkat
karena informasi dari televisi merupakan satu-satunya hiburan alternatif bagi
warga desa pada umumnya. Televisi menjadi
jendela bagi masyarakat desa untuk melihat dunia luar. Beberapa televisi menyajikan informasi yang
menyebabkan kepanikan masal, sehingga para pemirsa tidak diberikan kesempatan
untuk berpikir jernih dan berkonsentrasi pada kehidupan mereka sehari-hari.
Disadari atau tidak, ini membuat masyarakat menjadi konsumtif. Festival ini dapat menjadi sarana berlatih
masyarakat desa yang berada dalam kondisi panik terhadap informasi, pencitraan
dan iklan dengan menjadi subjek yang memproduksi informasi. Festival ini dirancang bukan untuk melawan
televisi, tetapi untuk memilah informasi dan mengetahui apa yang sebenarnya
dibutuhkan masyarakat desa dalam kehidupan sehari-hari.
Partisipan akan
disebar ke beberapa dusun berbeda,
dan melakukan residensi selama dua minggu. Para partisipan ini akan menetap di
rumah warga. Dan pada akhirnya akan membuat
karya kolaboratif yang berupa TV Program bersama warga dan pemerintahan desa.
Dalam festival ini, warga desa bisa menjadi partner
dalam menyusun ide, menyuplai isu atau bahkan pemeran dalam TV Program yang
akan dibuat nanti. Karena video ini diproduksi di tempat masyarakat itu
tinggal, video ini akan menjadi sebuah cara untuk mengarsipkan kehidupan desa.
>>Partisipan
FORUM LENTENG
(Jakarta)
Organisasi nirlaba egaliter sebagai sarana
pengembangan studi sosial dan budaya. Forum Lenteng berdiri sejak tahun 2003
yang didirikan oleh mahasiswa (ilmu komunikasi/jurnalistik), pekerja seni,
periset dan pengamat kebudayaan — untuk menjadi alat pengkajian berbagai
permasalahan budaya dalam masyarakat, guna mendukung dan memperluas peluang
bagi terlaksananya pemberdayaan studi sosial dan budaya Indonesia. Forum
Lenteng bekerja dengan merangkum serta mendata aspek-aspek sosial dan budaya
yang mencakup kesejarahan dan kekinian di dalam kerangka kajian yang sejalan
dengan perkembangan jaman dengan mengadakan pendekatan solusif bagi keberagaman
permasalahan sosial dan budaya di Indonesia serta dunia internasional. Salah
satu medium yang digunakan Forum Lenteng adalah medium audio visual (film dan
video).
forumlenteng.org
GHAZI ALQUDCY
& EZZAM RAHMAN (Singapura)
Ghazi merupakan filmmaker dari Singapura yang terus
coba mengekspolarasi media audio visual lewat film-film fiksi. Salah satunya
adalah film yang ia buat bersama warga desa Loji di Jatiwangi pada Jatiwangi
artist in Residence Festival. Ia coba mengadaptasi cerita teater untuk sekolah
yang dibuat oleh guru-guru desa loji menjadi sebuah film pendek yang apik.
Dalam festival kali ini Ghazi akan berkolaborasi dengan Ezzam Rahman. Seniman
kontemporer Singapore yang kerap memanfaatkan media-media sederhana untuk
kemudian menjadi seni instalasi yang selain menarik, juga fungsional.
KAMPUNG
HALAMAN (Jogyakarta)
Didirikan pada April 2006, Kampung Halaman adalah
organisasi non profit yang mendorong penguatan peran remaja dalam komunitas
melalui program pendidikan popular berbasis komunitas. Kampung Halaman kerap membuat film kolaborasi
bersama kelompok remaja dalam menjelaskan konteks besar persoalan remaja.
Baru-baru ini Kampung halaman mendapat penghargaan dari National Art and
Humanities Youth Award untuk kontribusi yang mereka lakukan terhadap dunia
remaja. Sebuah pengakuan dunia untuk suara remaja dimanapun, terutaman di
Indonesia.
kampunghalaman.org
OOMLEO
(Jakarta)
Narpati Awangga atau lebih dikenal Oomleo adalah
seniman anti sambal penggemar pixelart, ekstensi.gif, minyak tawon dan bedak
purol. Bekerja di ruangrupa sebagai seniman new media dan tukang web, juga
penyiar di oz radio jakarta dan personil band elektronik pop goodnight electic.
Karyanya identik dengan pendekatan-pendekatan yang humoris dan mengganggu.
oomleo.com
PRILLA TANIA
(Bandung)
Prilla Tania atau akrab dipanggil pila adalah seniman
video perempuan kekinian yang cukup ternama. Lulusan FSRD ITB tahun 2001 ini
banyak mengikuti pameran dan residensi di berbagai negara, tapi saat ini prilla
lagi senang berkebun. Prilla sering menggunakan animasi stop-motion yang
sederhana dalam karya videonya dengan berbagai medium lain yang sering dijumpai
dalam keseharian seperti kain, kertas, kapur, tanah liat, instalasi, fotografi,
performance, dll. Prilla pernah
mengikuti Jatiwangi Artists in Residency Festival 2010 di Jatiwangi, membuat
peta desa dari limbah tekstil dan workshop video bersama anak-anak dan ibu-ibu.
SERRUM
(Jakarta)
Serrum adalah sebuah organisasi nirlaba yang terdiri
dari guru dan seniman yang bergerak dalam lingkup sosial-pendidikan melalui
medium seni rupa khususnya video. Pernah terlibat dengan ruangrupa sebagai
mentor dalam program workshop OK Video Militia 2007 di Jatiwangi.
serrum.org
>>Program
GEROBAK BIOSKOP
Pemutaran Video di 5 Dusun, Desa Jatisura
10-15 Desember 2011
PUBLIC WORKSHOP
“Memeriksa Gizi Televisi” bersama Nursyawal KPID
JAWA BARAT
13 Desember 2011
15.00 WIB s/d Selesai
“Jurnalistik TV”
bersama Jenny
14 Desember 2011
15.00 WIB s/d Selesai
“Seni Merekam Video”
bersama Reza Afisiana “Asung”
16 Desember
2011
15.00 WIB s/d Selesai
OPENING CEREMONY
18 December 2011
19.00 WIB s/d Selesai
CURATORS TALK
19 December 2011
19.00 WIB s/d Selesai
Presentasi mengenai format dan konsep festival kepada
seniman. Disertai dengan presentasi tentang Desa Jatisura, baik
potensi, permasalahan, juga isu yang sedang menjadi konsentrasi.
ARTIST TALK
20 – 22 December
19.00 WIB s/d Selesai
Dalam program ini kami
meminta seniman membawa satu program tv, baik program tv yang dianggap ideal
atau sebaliknya. Untuk kemudian dipresentasikan kepada warga.
OBSERVASI
20-21 December
Setiap partisipan akan
diajak untuk mengobservasi dusun tempat mereka tinggal. Melakukan pemetaan
potensi, isu, ide, juga masalah sebagai data awal melakukan kerja kolaboratif.
WORKSHOP BERSAMA
SENIMAN
23-25 December 2011
Setiap partisipan diminta
untuk memberikan workshop berkaitan dengan video. Untuk metode dan bentuk
workshopnya kami serahkan sepenuhnya pada partisipan.
PRODUKSI
23-30 December 2011
Proses produksi program
televisi yang dibuat warga bersama partisipan
FORUM 27an “TUJUAN
NONTON TV”
27 December 2011
Program diskusi publik
yang rutin dilakukan Jatiwangi art Factory setiap bulan. Forum 27an kali ini
akan coba mereview kerja-kerja apa saja yang telah dilakukan warga bersama
seniman selama festival.
SCREENING
31 December 2011
Penayangan seluruh
program tv yang telah di buat selama festival.
>>Penyelenggara
Jatiwangi art Factory (JaF) adalah sebuah organisasi
nirlaba yang fokus terhadap kajian kehidupan lokal pedesaan lewat kegiatan seni
dan budaya seperti; festival, pertunjukan, seni rupa, musik, video, keramik,
pameran, residensi seniman, diskusi bulanan, siaran radio dan pendidikan.
Sunday
Screen merupakan kelompok kerja bersama dari Bandung yang fokus pada
pengembangan scene video lewat riset dokumentasi, penelitian, media literacy,
proyek seni dan workshop.
Jatiwangi art factory
Jl. Makmur 604. Jatisura. Jatiwangi. 45454.
Majalengka. Jawa Barat . Indonesia.
Monday, November 28, 2011
Hari Musik Balada 2011
28 November 2011. tepat jam 11 malam pertunjukan dimulai. tepat para pedagang mulai menggelar dagangannya. tepat disuasana pasar selepas hujan. tepat digembirakan oleh DJADOEls, AND THIS WAY dan BELENTUNG. Tepat hari musik BALADA untuk dunia diadakan di Pasar Oncog Dangoh, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Tepat kita bersyukur dengan gembira.
/alghorie.
Sunday, November 27, 2011
Hari Musik Balada
Jatiwangi art factory, Konser kampung dan Sundayscreen mempersembahkan;
Konser Hari Musik Balada.
28 November 2011, Jam 11.00 Malam sampai selesai.
@ Kedai Bubur Ayam Mang Dahyo. Pasar Oncog Dangoh, Jatiwangi, Majalengka.
Menampilkan konser musik, puisi, bubur ayam, gorengan, kuis, dll, dari:
And This Way, Belentung, Dedi Junaedi Kidjoen, Djadoels, Dkk.
/Alghorie
Saturday, November 26, 2011
Wednesday, November 23, 2011
forum gitaris cirebon :"guitar for fun" jamz & diskusi
forum Gitarist Cirebon presents
"GUITAR FOR FUN"
Jams Session & Diskusi
artist :
SONY666 - METAL STYLE (Poison Nova)
APIP RAMDHAN - JAZZ STYLE (AfifRamdhan Guitar Course)
SONNY SOUNDHAM (Sound-I)
YANA (HINDIA) BLUES STYLE
dan kawan2 dari KOMUNITAS GITARIS CIREBON
Sabtu, 26 November 2011, jam 15:00 WIB
Tempat di PIKNIKPROJECT~ Studio Stores
FREE TICKET!!
info:
Sony Gusteni 081220773994, Mudi Muddi Ono 08567210190
Thursday, November 10, 2011
Goro VS Gori
Goro VS Gori
Mewawancara Rifky Effendy a.k.a. Goro tentang Pameran Keramik "Menengok Kedepan" di Jaf Gallery, Jatiwangi art Factroy, 09 November 2011 oleh Arie Syarifuddin a.k.a. Gori. Om Goro dan Om Gori.
/alghorie
Monday, October 31, 2011
And This Way - Single Release Party
Single Release Party
and this way
Jam delapan malam
@ Pabrik Genteng “ASRI”
Jl. Makmur 604. Jatisura.
Jatiwangi. 45454. Jawa Barat.
info:
andthisway.tumblr.com
andthisway@gmail.com
+6285224403304
download this single @
soundcloud.com/andthisway
/alghorie
Wednesday, October 26, 2011
Konser Musik Gerilya
Konser Musik Gerilya
Ary Juliyant
and the Lombok Folklub tour
01 November jam 20:00 Wib.
Jatiwangi Art Factory
Jl. Makmur 604. Jatisura. Jatiwangi.
Majalengka. 45454. Jawa Barat.
jatiwangiartfactory.wordpress.com
jatiwangiartfactory@gmail.com
/alghorie
Saturday, October 22, 2011
Pameran Keramik "Menengok Kedepan"
Pameran Keramik
"Menengok Kedepan"
Bersama
Agung M. Abul
Agus Suwanda
Alghorie
Basuni Abas
Dian Widiawati
Dika Nurhasanah
Ginggi Syarif Hasyim
Iskandar Abeng
Kadus Illa
Kujang Putra
Loranita Theo
Tedi En
Topan
Vedi Sumantri
Yaya Tahya
Yeyet Koryeti
Yudha Sasmito
Pembukaan: 29 Oktober 2011, Pukul 22.00 Wib.
Pameran: Setiap Hari, 30 Oktober s/d 12 November 2011, Pukul 11.00 - 19.00 Wib.
Jaf Gallery
Jl. Makmur 604. Jatisura. Jatiwangi.
Majalengka. Jawa Barat. 45454.
jatiwangiartfactory.wordpress.com
jatiwangiartfactory@gmail.com
+6281324334006
/alghorie
"Menengok Kedepan"
Bersama
Agung M. Abul
Agus Suwanda
Alghorie
Basuni Abas
Dian Widiawati
Dika Nurhasanah
Ginggi Syarif Hasyim
Iskandar Abeng
Kadus Illa
Kujang Putra
Loranita Theo
Tedi En
Topan
Vedi Sumantri
Yaya Tahya
Yeyet Koryeti
Yudha Sasmito
Pembukaan: 29 Oktober 2011, Pukul 22.00 Wib.
Pameran: Setiap Hari, 30 Oktober s/d 12 November 2011, Pukul 11.00 - 19.00 Wib.
Jaf Gallery
Jl. Makmur 604. Jatisura. Jatiwangi.
Majalengka. Jawa Barat. 45454.
jatiwangiartfactory.wordpress.com
jatiwangiartfactory@gmail.com
+6281324334006
/alghorie
Thursday, October 20, 2011
FFR DGTMB shop presents, "DRAWING REVOLUTION" versus project exhibition
FFR-DGTMB Store presents, "DRAWING REVOLUTION" versus project exhibition
20 oct - 29 nov
opening by : YAYASAN DISKO LOMBOK HOROR
enjoy the party dude!
dgtmb

20 oct - 29 nov
opening by : YAYASAN DISKO LOMBOK HOROR
enjoy the party dude!
dgtmb

Friday, October 14, 2011
IN FEST : Gigs Solidaritas untuk Cintung 'KKN'
IN FEST terbentuk dari solidaritas komunitas underground cirebon yang ingin menunjukan perasaan haru mereka terhadap kejadian bobolnya distro KKN - kirik kirikan - beberapa waktu lalu.
Kendati acara ini digagas oleh masa komunitas berbasis underground, namun dalam Gigs ini bakal menampilkan band-band non underground, seperti Another Project (Reage), REDWINEcoolers (Reage) dan band-band lain.
"Intinya sih, Gigs ini digelar sebagai bentuk penghargaan anak-anak underground skaligus buat nyumbang distro KKN yg habis kebobolan." Ungkap Nux Underhell, Bassist 'Genocide The Kraken', salah satu pengusung band death metal Cirebon.
"Karena distro itu yang biasa dijadikan tempat nongkrong anak-anak, jadi mereka pengen membantu nyemangatin cintung (red : pemilik distro KKN)." Tambah nUX
sumber : paviliunkreatif.co.cc
Tuesday, July 26, 2011
ANCOL ACTION SPORT FEST 2011
ANCOL ACTION SPORT FEST 2011 - SKATEBOARD & FINGERBOARD COMPETITION. Let’s Skate And Rock Your Soul…..!

































